Khutbah Jum’at | Mengapa Kita Harus Mencari Ampunan Allah?

by | Jul 18, 2026 | Khutbah Jumat | 0 comments

Khutbah Pertama

إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.

و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه و آله وصحبه و من اتبع هداه إلى يوم القيامة

(يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُونَ)

(يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِى خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا)

(يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا)

أما بعد,

فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم, و شر الأمور محدثاتها, و كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.

Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah Subḥānahu wa Ta’ālā.

Satu nasihat yang selalu terulang pada hari yang selalu terulang adalah nasihat tentang ketakwaan kepada Allah Subḥānahu wa Ta’ālā. Nasihat ini senantiasa diulang oleh para khatib agar kita terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Takwa adalah dengan menjalankan segala perintah Allah berdasarkan dalil-dalil yang sahih dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ, serta menjauhi segala yang Allah larang.

Kita hendaknya bertanya kepada diri kita: apakah kita benar-benar membenci perkara yang Allah larang? Apakah hati kita merasa berat ketika harus meninggalkan kemaksiatan?

Sebab seseorang tidak mungkin menjadi orang yang bertakwa dengan sempurna hingga ia berusaha meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah Subḥānahu wa Ta’ālā.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Pada hari yang mulia ini, marilah kita juga memperbanyak selawat dan salam kepada Nabi kita yang mulia, Nabi Muhammad ﷺ, keluarga beliau, para sahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau hingga hari Kiamat.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah Subḥānahu wa Ta’ālā, 

Pada kesempatan kali ini marilah kita berbicara tentang sesuatu yang sangat kita butuhkan dalam kehidupan ini, yaitu ampunan Allah Subḥānahu wa Ta’ālā.

Al Imam Sahl bin Abdillah at-Tustari di dalam tafsirnya meriwayatkan bahwasanya seorang tabi’in yang bernama ‘Āmir bin ‘Abd Qais رحمه الله disebutkan bahwa ketika melihat manusia di pagi hari bertebaran untuk memenuhi berbagai keperluan mereka, beliau berdoa kepada Allah:

اللَّهُمَّ إِنَّ النَّاسَ قَدْ انْتَشَرُوا لِحَوَائِجِهِمْ، وَإِنَّ حَاجَتِي أَنْ تَغْفِرَ لِي.

“Ya Allah, sesungguhnya manusia telah pergi untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka. Adapun kebutuhanku adalah agar Engkau mengampuniku.” (Al-Zuhd oleh Ibnu Abi Aasim (225))

Subḥānallāh.

Dari ucapan beliau kita bisa paham bahwasanya betapa pentingnya ampunan Allah Subhanahu wa ta’ala untuk kita cari. Karena dengan ampunan tersebut kita bisa mendapatkan kebahagiaan di akhirat kelak.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Diriwayatkan bahwa empat orang pemuda dari kalangan Quraisy pernah berkumpul di Hijr Isma’il setengah lingkaran di sisi Ka’bah. Mereka saling berkata:

تَمَنَّوْا

“Mari, masing-masing dari kita menyampaikan apa yang menjadi cita-citanya.”

Abdullah bin az-Zubair رضي الله عنهما berkata bahwa ia bercita-cita menjadi khalifah.

Kemudian Urwah bin az-Zubair رحمه الله menyampaikan harapannya agar menjadi seorang yang menjadi rujukan manusia dalam ilmu.

Mus’ab bin az-Zubair رحمه الله menyampaikan cita-citanya untuk menjadi gubernur Irak serta ingin memperistri Aisyah binti Thalhah dan Sukainah binti al-Husain.

Kemudian tibalah giliran Abdullah bin Umar رضي الله عنهما. Beliau berkata:

أَمَّا أَنَا فَأَتَمَنَّى الْمَغْفِرَةَ.

“Adapun aku, maka aku berharap mendapatkan ampunan.” (Dari Abu Nu’aim dalam kitab Hilyatul Auliya’ [176/2])

Subḥānallāh.

Orang lain memiliki berbagai cita-cita dunia yang besar. Namun cita-cita Abdullah bin Umar رضي الله عنهما adalah sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu ampunan dari Allah Subḥānahu wa Ta’ālā.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Ada banyak alasan mengapa kita harus terus-menerus mencari ampunan Allah. Di antara yang akan kita sampaikan adalah beberapa perkara.

Pertama: Karena kita adalah manusia yang tidak luput dari dosa dan kesalahan.

Nabi ﷺ bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ.

“Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang banyak melakukan kesalahan adalah mereka yang banyak bertobat.” (HR. Ibnu Majah, at-Tirmidzi dan lain-lain. Hadits ini hasan, menurut syaikh al-Albani rahimahullah)

Sebanyak apa pun ilmu yang kita miliki, setinggi apa pun kedudukan kita di tengah masyarakat, sebanyak apa pun harta yang telah kita kumpulkan, kita tetaplah manusia yang memiliki kemungkinan terjatuh ke dalam kesalahan.

Dosa bisa terjadi melalui pandangan, pendengaran, lisan, tangan, kaki, bahkan melalui sesuatu yang terkadang tidak kita sadari.

Karena itu, seorang muslim yang cerdas tidak pernah merasa dirinya bersih dari dosa. Ia senantiasa membutuhkan ampunan Allah setiap hari.

Lihatlah Nabi Adam عليه السلام dan istrinya. Ketika melakukan kesalahan, mereka segera kembali kepada Allah dan berdoa:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا، وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.

“Wahai Rabb kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami benar-benar termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al A’raf:23)

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Kedua: Karena ampunan Allah lebih berharga daripada kenikmatan dunia yang kita kumpulkan. Allah Subḥānahu wa Ta’ālā berfirman:

لَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ.

“Ampunan dari Allah dan rahmat-Nya lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Ali Imron:157)

Kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Jadikanlah setiap kesempatan ibadah sebagai kesempatan untuk mencari ampunan Allah. Jadikanlah shalat Jumat yang kita tunaikan setiap pekan bukan sekadar rutinitas untuk menggugurkan kewajiban. Bukan sekadar karena hari Jumat telah tiba, lalu kita datang ke masjid, mendengarkan khutbah, kemudian kembali pulang.

Tetapi hadirkanlah dalam hati kita kebutuhan yang besar kepada Allah. Hadirlah sebagai seorang hamba yang fakir kepada ampunan Rabb-nya.

Banyak-banyaklah beristigfar.

Mohonlah kepada Allah agar dosa-dosa kita diampuni, kesalahan-kesalahan kita ditutupi, dan hati kita diperbaiki.

أقول ما تسمعون وأستغفر الله لي ولكم إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا وَإِمَامِنَا وَحَبِيبِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah Subḥānahu wa Ta’ālā.

Alasan terakhir yang hendaknya menjadikan kita terus mencari ampunan Allah adalah karena tujuan terbesar yang kita harapkan setelah meninggalkan dunia ini adalah surga Allah Subḥānahu wa Ta’ālā.

Kita beribadah pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Kita mengerjakan salat, berpuasa, bersedekah, membaca Al-Qur’an, dan melakukan berbagai amal saleh dengan harapan mendapatkan rahmat Allah dan masuk ke dalam surga-Nya.

Namun hendaknya kita ingat, Nabi Adam عليه السلام dahulu melakukan satu kesalahan, lalu beliau dikeluarkan dari surga. Kemudian beliau kembali kepada Allah, bertobat, dan memohon ampun kepada-Nya. 

Lalu bagaimana kita yang setiap harinya terhantui oleh dosa, setiap langkah tidak bisa lepas dari dosa, satu pandangan bisa menjatuhkan kita kepada dosa.

Hendaknya seorang hamba senantiasa membersihkan dirinya dengan tobat dan istigfar.

  Dan disebutkan oleh Al Imam Ibnu Qoyyim:

الجنة طيبة لا يدخلها إلا الطيبون

“Surga adalah tempat yang suci dan tidak ada yang berhak memasukinya kecuali orang-orang yang suci”

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللهم صل على محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات و المؤمنين و المؤمنات الأحياء منهم و الأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات

و يا قاضي الحاجات

اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَۚ وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَۚ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَࣖ

أقم الصلاة

Informasi Kajian Rutin

Hadirilah Shalat Idul Fitri 1447 H

Hadirilah Shalat Idul Fitri 1447 H

Menyambut Hari Kemenangan Bersama Ramadhan akan segera berlalu…Namun kebahagiaan hari kemenangan telah menanti di hadapan kita. Setelah sebulan penuh berpuasa, beribadah, dan memperbaiki diri, kini saatnya kita menyempurnakan perjalanan tersebut dengan menghadiri...

Kajian Anak Shalih Ramadhan 1447 H

Kajian Anak Shalih Ramadhan 1447 H

Mencetak Generasi Qur’ani Sejak Dini Alhamdulillāh, dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, telah diselenggarakan program Kajian Anak Shalih sebagai sarana pembinaan keimanan dan akhlak bagi generasi muda. Kegiatan ini berlangsung setiap hari selama...

Temukan Kami di Youtube

Informasi Lainnya

“Prinsip-Prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”

“Prinsip-Prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”

Memperkokoh Pemahaman Agama di Atas Al-Qur’an dan Sunnah Jum’at, 22 Mei 2026 / 05 Dzulhijjah 1447 H Alhamdulillāh, atas taufik dan pertolongan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, telah terlaksana Kajian Spesial dengan tema “Prinsip-Prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah” yang...