Khutbah Jum’at | Meneladani Taqwa & Akhlaq Generasi Terbaik

by | May 1, 2026 | Khutbah Jumat | 0 comments

Khutbah Pertama

إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.

و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه و آله وصحبه و من اتبع هداه إلى يوم القيامة

(يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُونَ)

(يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِى خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا)

(يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا)

أما بعد,

فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم, و شر الأمور محدثاتها, و كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kami wasiatkan kepada diri kami dan kepada seluruh jamaah agar senantiasa menjaga iman dan takwa kepada Allah ﷻ. Karena semakin bertambah usia dunia, maka bukan semakin ringan fitnah dan godaan, tetapi justru semakin berat.

Maka tidak ada yang lebih penting bagi seorang muslim, kecual menjaga stabilitas iman dan menjaga kekuatan takwa. Karena Allah hanya menjanjikan kesuksesan dunia dan akhirat bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Allah ﷻ banyak mengingatkan kepada kita tentang takwa dan bagaimana posisi takwa bagi hamba yang beriman. Bahwa takwa adalah benteng yang menjaga akhlak seorang hamba. Takwa dan akhlak yang baik bukan dua hal yang terpisah, tetapi saling melekat. Ketika baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan hamba-hamba ini ke dalam surganya Allah, maka Rasulullah ﷺ bersabda:

تقوى اللَّهَ وَحُسْنُ الْخُلُقِ

“Bertakwalah kepada Allah dan berakhlaklah dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Artinya semakin tinggi takwa seseorang; semakin mulia akhlaknya. Allah ﷻ berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik.” (QS. Al Ahzab : 21)

Semua sisi kehidupan Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam tauhid, dalam ibadah, dalam akhlak dan dalam pergaulan. Apabila seseorang meneladani beliau pada perkara yang bukan ibadah saja adalah kebaikan, maka ini menunjukkan bahwa beliau adalah orang yang paling baik akhlaknya karena orang yang paling unggul dalam ketakwaan. 

Baginda Nabi ﷺ menyatakan dalam sabdanya tentang pribadinya. Tidak sedikit pun ada maksud yang lain melainkan mengkhabarkan hakikat. Beliau ﷺ bersabda:

أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَتْقَاكُمْ لِلَّهِ وَأَخْشَاكُمْ لَهُ

“Demi Allah, aku adalah orang yang paling bertakwa dan paling takut kepada Allah di antara kalian.” (HR Muslim no. 1863)

Nabi ﷺ mengkhabarkan yang demikian bukan karena pamrih. Bukan karena beliau meremehkan manusia yang lain. Beliau adalah manusia yang sangat jauh dari sifat meremehkan manusia. Tidak ada sedikitpun kesombongan. Dan beliau mengkhabarkan bahwa orang yang paling bertakwalah orang yang memiliki yang memiliki akhlak dan budi pekerti luhur.

Jamaah sekalian,

Orang yang bertakwa akan memperbaiki ibadahnya, memperbaiki muamalahnya dan berbuat baik kepada sesama. Karena Allah memerintahkan berbuat ihsan kepada orang tua, kepada keluarga, kepada tetangga, kepada pasangan, kepada seluruh manusia. Dan Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 273)

Jamaah sekalian,

Allah ﷻ perintahkan agar Nabi ﷺ memperbaiki iman dan taqwa para sahabat, maka jadilah mereka orang-orang yang bertauhid. Kemudian Allah perintahkan kepada Nabi sebagaimana visi dan misi beliau diutus; agar menjadikan manusia berakhlak mulia. Maka beliau mengajarkan berbuat baik dan akhlak yang mulia kepada para sahabat. Sehingga jadilah para sahabat menjadi generasi yang mana Nabi ﷺ telah memuji mereka dengan sabdanya;

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat), kemudian setelahnya, kemudian setelahnya.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 3651, dan Muslim, no. 2533)

Mengapa para sahabat menjadi generasi terbaik? Karena mereka manusia yang paling kuat tauhidnya, paling tinggi takwanya, paling mulia akhlaknya. Imam Malik رحمه الله berkata:

لَنْ يَصْلُحَ آخرُ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِلَّا بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلهُاَ

“Umat yang akhir ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan apa yang dapat menjadikan umat yang awal itu baik.” (al-Qadli ‘Iyadl, as-Syifâ bi Ta’rîfi Ḥuqûqil-Mushtafâ Shallal-`Llâhu ‘alaihi wa Sallam, jilid 2 hlm. 88)

Sehingga kita harus bertanya dan mencari tahu apa yang memperbaiki para sahabat sehingga mereka menjadi umat yang paling baik. Pujian tersebut bukan dari manusia, tetapi Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita agar dapat meniti jejaknya para sahabat. Sebagaimana itulah cita-cita kita semuanya menjadi manusia yang baik yang juga diridhai oleh Allah ﷻ.

أقول هذا و أستغفر الله لي و لكم و لسائر المسلمين و المسلمات من كل ذنب. واستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah Kedua

الحمد لله رب العالمين, الصلاة و السلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا و حبيبنا محمد و على آله و صحبه أجمعين و من اتبع هداهم و سار على نهجهم بإحسان إلى يوم الدين

أما بعد, فلا حول ولا قوة إلا بالله

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Rahasia para sahabat adalah berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, ikhlas dan takut hanya kepada Allah serta tidak mencari penilaian manusia. Mereka berbuat kebaikan dan meninggalkan dosa karena Allah serta hidup hanya untuk Allah. Para sahabat tidak sibuk menilai orang lain. Mereka sibuk menilai diri sendiri. Mereka takut kalau ayat ancaman ditujukan kepada mereka.

Ketika turun ayat tentang kemunafikan; mereka tidak menuduh orang lain. Mereka justru takut dirinya yang munafik

Jika kita ingin meneladani para sahabat, maka perhatikan prinsip hidup mereka yang mereka tidak berharap selain kepada Allah, tidak takut selain kepada Allah serta tidak beramal karena manusia. Mereka sadar bahwa tidak ada manusia yang ditugaskan mengawasi orang lain melainkan Allah-lah yang Maha Mengawasi. 

Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:

“Tidaklah engkau menjadi orang yang tawadhu’, sampai engkau melihat setiap muslim yang engkau temui lebih baik darimu.”

Jika belum mampu, carilah alasan untuk merendahkan diri dan anggap orang lain lebih baik.

Jamaah sekalian,

Mari kita ukur diri kita: Apakah iman kita sudah kuat? Apakah takwa kita sudah benar? Apakah akhlak kita sudah baik? Karena iman, takwa, dan akhlak itu sejalan. Jika akhlak rusak, berarti takwa belum benar. Semoga Allah memberi kita hidayah dan juga keikhlasan. Serta menjadikan kita pengikut generasi terbaik umat ini.

اللهم صل وسلم وبارك على نبينا و حبيبنا محمد و على آله و صحبه و سلم و الحمد لله رب العالمين

اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات و المؤمنين و المؤمنات الأحياء منهم و الأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات

و يا قاضي الحاجات يا رب العالمين

اللهم ربنا ظلمنا أنفسنا و إن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين

اللهم ربنا لاتزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا و هب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

اللهم اجعلنا من مقيمي الصلاة ربنا و رب العالمين

اللهم ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم

اللهم ربنا هب لنا من أزواجنا و ذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماماً

اللهم ربنا آتنا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة و قنا عذاب النار

و صلوات الله وسلامه على نبينا و حبيبنا محمد و على آله و صحبه و سلم

و آخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين, وأقم الصلاة

Informasi Kajian Rutin

Hadirilah Shalat Idul Fitri 1447 H

Hadirilah Shalat Idul Fitri 1447 H

Menyambut Hari Kemenangan Bersama Ramadhan akan segera berlalu…Namun kebahagiaan hari kemenangan telah menanti di hadapan kita. Setelah sebulan penuh berpuasa, beribadah, dan memperbaiki diri, kini saatnya kita menyempurnakan perjalanan tersebut dengan menghadiri...

Kajian Anak Shalih Ramadhan 1447 H

Kajian Anak Shalih Ramadhan 1447 H

Mencetak Generasi Qur’ani Sejak Dini Alhamdulillāh, dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, telah diselenggarakan program Kajian Anak Shalih sebagai sarana pembinaan keimanan dan akhlak bagi generasi muda. Kegiatan ini berlangsung setiap hari selama...

Temukan Kami di Youtube

Informasi Lainnya

Observasi Peserta Didik Baru

Observasi Peserta Didik Baru

PG & TK Plus Imam Muslim Tahun Ajaran 2026/2027 Alhamdulillah, suasana penuh keceriaan dan kehangatan terasa di lingkungan PG & TK Plus Imam Muslim pada Sabtu, 11 April 2026 / 23 Syawwal 1447 H. Pada hari tersebut, telah dilaksanakan kegiatan observasi peserta...

Khutbah Jum’at – Keutamaan Puasa di Bulan Syawwal

Khutbah Jum’at – Keutamaan Puasa di Bulan Syawwal

Khutbah Pertama إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضل له و من يضلل فلا هادي له. و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه و آله وصحبه و من اتبع هداه إلى يوم...