Khutbah Jumat | Taqwa dan Akhlaq Yang Mulia

by | Apr 24, 2026 | Khutbah Jumat | 0 comments

Khutbah Pertama

إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.

و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه و آله وصحبه و من اتبع هداه إلى يوم القيامة

(يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُونَ)

(يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِى خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا)

(يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا)

أما بعد,

فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم, و شر الأمور محدثاتها, و كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.

Ibadallah, ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Pada kesempatan yang mulia dan singkat ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan memperbanyak amal saleh serta mengikhlaskan seluruh ibadah hanya kepada-Nya.

Dan marilah kita renungkan sebuah nasihat yang sangat agung dari Rasulullah ﷺ kepada sahabat Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah ﷺ bersabda:

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987, ia berkata: ‘hadits ini hasan shahih).

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi ﷺ dalam hadis ini menggabungkan dua perkara besar; takwa kepada Allah dan juga akhlak mulia kepada sesama manusia. Dua perkara inilah yang menjadi sebab terbesar seseorang masuk ke dalam surga.

Hak pertama adalah hak seorang hamba kepada Rabb-nya, yaitu takwa kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ

“Bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada.”

Sedangkan hak kedua adalah hak sesama manusia:

وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.”

Mengapa dua perkara ini digabungkan? Karena keduanya adalah sebab terbesar seseorang masuk surga. Sebagaimana dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ketika Rasulullah ﷺ ditanya; Amalan apakah yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga?. Beliau menjawab:

تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ

“Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia.” 

Dan ketika ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka, beliau menjawab:

الْفَمُ وَالْفَرْجُ

“Mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Maka dua amalan ini merupakan amalan kunci bagi seorang hamba agar mendapatkan surga. Karena takwa memperbaiki hubungan kepada Allah. Sedangkan akhlak yang mulia memperbaiki hubungan antar sesama manusia. Dengan taqwa, seorang hamba mendapatkan cinta dari Allah dan juga dengan akhlak yang mulia, seorang hamba mendapat cinta dari manusia.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

المتقون: اتقوا ما حرم الله عليهم، وأدَّوْا ما افترض الله عليهم

“Orang-orang bertakwa adalah mereka yang meninggalkan apa yang Allah haramkan dan menunaikan apa yang Allah wajibkan.” (Jami’ul Ulum wal Hikam)

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata:

ليس تقوى الله بصيام النهار ولا بقيام الليل والتخليط فيما بين ذلك، ولكن تقوى الله ترك ما حرم الله وأداء ما افترض الله

“Takwa bukan hanya puasa di siang hari dan shalat malam atau melakukan keduanya. Akan tetapi takwa adalah meninggalkan apa yang Allah haramkan dan menunaikan apa yang Allah wajibkan.” (Az-Zuhd al-Kabir)

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu ketika menafsirkan firman Allah:

اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ

“Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa.” (QS. Ali ‘Imron : 102)

Beliau berkata:

أن يطاع فلا يعصى، ويذكر فلا ينسى، ويشكر فلا يكفر

“Allah ditaati dan tidak dimaksiati, diingat dan tidak dilupakan, disyukuri dan tidak dikufuri.” (Sanadnya shahih, mauquf. Riwayat ini dibawakan oleh Al-Hakim. Al-Mardawi membawa riwayat dari Ibnu Mas’ud dengan riwayat semisal [yang dibawakan Al-Hakim] ini, secara marfu’)

Maka takwa adalah benteng antara diri kita dengan azab Allah, dengan cara menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Islam sangat menekankan dan mendorong untuk berhias dengan akhlak yang mulia. Dengan akhlak yang mulia akan tampak kesempurnaan dan ketinggian Islam. Dan inilah yang menjadi salah satu tujuan diutusnya Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad no. 8952 dan Al-Bukhari dalam Adaabul Mufrad no. 273. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Adaabul Mufrad.)

Namun sangat disayangkan, di zaman ini kita melihat fenomena yang memprihatinkan.

Ada orang yang sudah lama belajar agama, rajin menghadiri majelis ilmu, penampilannya sesuai sunnah, tetapi lisannya masih tajam, suka menyakiti orang lain, wajahnya sulit tersenyum, kasar kepada keluarga, buruk kepada bawahan, tidak santun kepada orang tua, keras kepada pasangan dan saudara-saudaranya.

Padahal semakin kuat iman seseorang, seharusnya semakin baik pula akhlaknya. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi no. 1162. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 284.)

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

حسن الخلق الكرم والبذل والاحتمال

“Akhlak yang baik adalah ramah, dermawan, dan mampu menahan amarah.” (Kitab Ushul Dakwah)

Ibnu Mubarak rahimahullah berkata:

هو بَسطُ الوَجهِ، وبَذلُ المعروفِ، وكَفُّ الأذى

“Akhlak yang baik adalah wajah yang berseri, gemar berbuat baik, dan menahan diri dari menyakiti orang lain.” (HR. Tirmidzi 2005)

Imam Ahmad rahimahullah berkata:

حسن الخلق أن لا تغضب ولا تحتد

“Akhlak yang baik adalah engkau tidak mudah marah.” (Al-Adab asy-Syar’iyyah wa al-Minah al-Mar’iyyah)

Kaum muslimin rahimakumullah.

Banyak manusia terjatuh karena lisannya. Ketika Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhu bertanya:

“Wahai Rasulullah, apakah kita akan dihisab atas apa yang kita ucapkan?”

Maka Nabi ﷺ menjawab:

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِى النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ قاَلَ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ

“Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka.” (HR. Tirmidzi, no. 2616 dan Ibnu Majah, no. 3973. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan hadits ini hasan)

Dan Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

“Siapa yang menjamin (menjaga) di antara dua janggutnya (lisannya) dan di antara dua kakinya (kemaluannya), maka aku akan jaminkan baginya surga.” (HR. Bukhari, no. 6474)

Ibadallah…

Jika ilmu kita bertambah tetapi akhlak kita tidak membaik, maka hendaknya kita khawatir. Bisa jadi ada yang salah dalam cara kita memahami agama.

Dan ketahuilah, kita berakhlak mulia bukan agar dipuji manusia. Bukan agar dianggap baik. Bukan pula agar dibalas dengan perlakuan yang sama. Tetapi kita berbuat baik karena mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana firman Allah:

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

“Sesungguhnya kami memberi makan kepada kalian hanyalah untuk mengharap wajah Allah. Kami tidak menghendaki balasan dan tidak pula ucapan terima kasih dari kalian.” (QS. Al Insan : 9)

أقول ما سمعتم وأستغفر الله لي و لكم و لسائر المسلمين من كل ذنب. واستغفروه إنه هو الغفور الرحيمر الرحيم

Khutbah Kedua

الحمد لله رب العالمين, الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله

قال تعالى : 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وعلى آلِ إبْراهِيمَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما بَاركْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آل إبراهيم في العالَمِينَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات و المؤمنين و المؤمنات الأحياء منهم و الأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات

و يا قاضي الحاجات

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةًۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

أقيموا الصلاة

Informasi Kajian Rutin

Hadirilah Shalat Idul Fitri 1447 H

Hadirilah Shalat Idul Fitri 1447 H

Menyambut Hari Kemenangan Bersama Ramadhan akan segera berlalu…Namun kebahagiaan hari kemenangan telah menanti di hadapan kita. Setelah sebulan penuh berpuasa, beribadah, dan memperbaiki diri, kini saatnya kita menyempurnakan perjalanan tersebut dengan menghadiri...

Kajian Anak Shalih Ramadhan 1447 H

Kajian Anak Shalih Ramadhan 1447 H

Mencetak Generasi Qur’ani Sejak Dini Alhamdulillāh, dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, telah diselenggarakan program Kajian Anak Shalih sebagai sarana pembinaan keimanan dan akhlak bagi generasi muda. Kegiatan ini berlangsung setiap hari selama...

Temukan Kami di Youtube

Informasi Lainnya

Khutbah Jum’at | Meneladani Taqwa & Akhlaq Generasi Terbaik

Khutbah Jum’at | Meneladani Taqwa & Akhlaq Generasi Terbaik

Khutbah Pertama إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه و آله وصحبه و من اتبع هداه إلى يوم...

Observasi Peserta Didik Baru

Observasi Peserta Didik Baru

PG & TK Plus Imam Muslim Tahun Ajaran 2026/2027 Alhamdulillah, suasana penuh keceriaan dan kehangatan terasa di lingkungan PG & TK Plus Imam Muslim pada Sabtu, 11 April 2026 / 23 Syawwal 1447 H. Pada hari tersebut, telah dilaksanakan kegiatan observasi peserta...